Seorang pahlawan muda yang seharusnya melindungi dunia dari kejahatan justru mendapati dirinya berada dalam situasi yang tak terduga. Alih-alih disegani sebagai penyelamat, ia justru menjadi incaran para wanita cantik yang hanya menginginkan satu hal darinya: benih kehidupannya. Dalam setiap pertempuran, alih-alih menghadapi musuh dengan pedang, ia justru harus berhadapan dengan godaan sensual yang membuatnya kewalahan.
Semakin lama, batas antara kewajiban sebagai pahlawan dan kenikmatan pribadi kian kabur. Setiap pertemuan dengan wanita baru selalu berakhir dalam pelukan penuh gairah, membuatnya terjerat dalam lingkaran kenikmatan yang tiada akhir. “Pahlawan” kini bukan hanya berarti penyelamat, tetapi juga sumber hasrat yang tak bisa ditolak.











